Skip to main content

Merawat Ayam Aduan Setelah Bertanding

Entah menang ataupun kala, luka yang diderita oleh ayam bangkok kesayangan kita setelah melewati pertarungan sengit tentu harus segera dirawat dan diobati. Tenaganya yang terkuras juga harus segera dipulihkan agar tubuhnya tetap fit dan bisa berlatih kembali untuk mengasah kemampuannya.



Berikut pada artikel kali ini kita akan mengulas seputar cara merawat ayam bangkok setelah ditandingkan. Pengetahuan ini penting agar ayam kesayangan Anda tetap terjaga performanya dan tidak turun kekuatan fisiknya. Ada beberapa perawatan yang sebaiknya segera diberikan pada ayam kesayangan setelah ia usai bertanding. Terlebih jika mengalami cidera berat, ayam harus dirawat dengan penuh perhatian agar cidera dan luka yang dideritanya dapat segera sembuh.

#1. Penyembuhan Luka

Bagian kepala, leher, dan sayap merupakan bagian-bagian tubuh yang sering mengalami cidera saat ayam ditandingkan. Cidera dan luka ini harus segera disembuhkan agar cepat mengering sehingga tidak berisiko terhadap inveksi bakteri. Cara merawat ayam bangkok yang terluka tersebut, dapat Anda lakukan dengan memberikan obat luar berupa Betadine atau Tetayokcin. Salah satunya bisa dipilih untuk dioles atau dibalurkan pada bagian yang terluka.

#2. Pemulihan Saluran Napas

Selain luka luar, luka dalam terutama yang terkait dengan saluran pernafasan juga penting untuk mendapatkan perhatian. Setelah menjalani duel maut, sedikit banyak saluran napas ayam bangkok aduan kita pasti mengalami kelelahan. Untuk menghindari infeksi bakteri (misalnya bakteri penyebab ayam ngorok), ayam bangkok aduan kesayangan harus segera diberikan antibiotik yang dapat digunakan sebagai penyembuh peradangan pada saluran pernapasan, misalnya teramisin atau trimisin. Perlu diketahui bahwa cara merawat ayam bangkok setelah diadu ini sering kali diabaikan oleh para pemula. Oleh karenanya perhatikanlah mulai dari sekarang.

#3. Pemulihan Stamina

Stamina dan vitalitas ayam aduan yang usai ditandingkan perlu dipulihkan kembali. Pemulihan stamina dapat dilakukan dengan beberapa cara.

Pertama, berikan jamu khusus yang dapat Anda buat sendiri dari bahan alami berupa kencur basah, beras, telur bebek, madu, dan gula aren. Setelah diberikan jamu, mandikan ayam bangkok kesayangan Anda dengan air rebusan daun sirih dan jahe untuk mengembalikan otot-ototnya yang kaku. Terakhir, sekitar 4 atau 5 hari dilepas bebas, beri babon dan beri minum air gula.

Untuk hari berikutnya, ayam dimandikan dengan air hangat, terutama pada bagian yang luka sampai kerak luka kering dan ngelupas. Sekitar 2 sampai 3 hari setelah itu, rawat seperti biasa sampai ayam siap diadu kembali.

Selama masa pemulihan stamina ini, usahakan agar ayam bangkok kesayangan tidak melakukan aktivitas berat. Hindari dan jauhkan ia dari ayam bangkok jantan lainnya untuk mencegah terjadinya duel di kala kondisi fisiknya masih lemah. Letakan dan simpan ia secara khusus dan pastikan makanan, air serta suplemennya diberikan secara tepat.

Comments

Popular posts from this blog

Jenis Ayam Shamo

Ayam Shamo yang kita kenal secara resmi dikenal sebagai O-Shamo, tetapi mereka memiliki banyak sub-spesies seperti Chu-Shamo, Taiwan-Shamo, Tuzo, dan masih banyak yang lain. Perbedaanya hanya dalam berat dan jenis. Hal ini dikarenakan peternak Jepang selalu ingin bereksperimen dan mencari jenis yang lebih ekstrim. Selain dari jenis O-Shamo kelas berat, ada juga beberapa jenis lainya seperti : - Tosa-Chibi Terkecil di keluarga Shamo beratnya hanya 750 gr. Jenis ayam ini telah menjadi sangat langka. Cara berdirinya tidak begitu ekstrim vertikal dan bulu mereka lebih lembut. Jenis ini berasal dari trah Ko-Shamo. Meskipun mereka sangat kecil, mereka memiliki proporsi yang seimbang normal antara leher, tubuh dan kaki. Di Jepang mereka adalah contoh jenis ayam dengan kaki pendek yang ekstrim dalam bertarung. - Ko-Shamo   Jenis ini yang paling terkenal di kalangan Shamo kecil. Mereka memiliki postur tegak, panjang dan berdiri total vertikal, dengan 1/3 leher, 1/3 tubuh dan 1/3...

Cara Meningkatkan Stamina Ayam Laga

Umur ideal ayam aduan yang diturunkan ke arena adalah lebih dari satu tahun. Karenanya ayam aduan bisa mulai dilatih pada umur delapan bulan. Pada umur delapan bulan fisik ayam sudah memenuhi syarat untuk dilatih sebagai ayam petarung.  Sebelum diturunkan ke arena, mental, fisik dan teknik ayam aduan harus dipersiapkan untuk menghadapi pertarungan. Latihan yang rutin akan membantu peningkatan mental, fisik dan teknik ayam aduan sebelum pertarungan dilakukan. Tetapi latihan sebaiknya tidak terlalu dipaksakan. Kalau dipaksakan, justru akan membuat ayam stres atau cedera. Latihan yang dilakukan harus disesuaikan dengan umur dan kemampuan ayam yang kemudian ditingkatkan porsinya dari hari ke hari. Porsi latihan yang sesuai adalah latihan yang dilakukan hingga ayam lelah. Ayam yang sudah lelah ditandai dengan gerakannya lambat seperti tidak ada semangat dan napas ngos-ngosan. Berikut ini adalah beberapa latihan yang perlu dilakukan untuk mencetak ayam aduan yang ung...

9 Ayam Laga Paling Populer di Dunia

Selama ini kita mengenal ayam laga hanya didominasi ayam bangkok. Ini lantaran di kalangan penggemar ayam laga banyak yang memilih ayam bangkok sebagai jagoannya. Mereka memilih ayam bangkok sebagai jagoannya bukan tanpa alasan, pasalnya ayam bangkok memang unggul dalam kekuatan serta kemampuan bertarung. Namun bukan berarti jenis ayam laga lain tidak mumpuni untuk bersaing dalam arena. Ada banyak lho ayam laga yang juga mempunyai kemampuan bertarung kualitas juara, selain ayam bangkok. Kekuatan serta kemampuan mereka pun tak kalah dari ayam yang berasal dari negeri gajah putih tersebut. Ayam laga kualitas juara ini didatangkan dari berbagai negara di Asia. Ada yang didatangkan dari Brazil, Taiwan, Filipina, Burma dan masih banyak lagi. Langsung saja kita simak ayam laga paling populer di dunia berikut. #1. Ayam Bangkok   Diantara sekian ayam laga yang ada di Indonesia, ayam bangkok yang paling populer di kalangan penggemar ayam laga di seluruh penjuru tanah air. Sesuai dengan ...